Ekoteologi Domestik merupakan gagasan yang menawarkan transformasi ekologis dimulai dari ruang paling dekat dengan kehidupan manusia, yaitu rumah. Buku ini menyajikan kritik terhadap menguatnya orientasi konsumtif dalam kehidupan domestik dan menawarkan reposisi rumah sebagai ruang produktif-ekologis yang mempertautkan manusia, alam, dan Tuhan. Berpijak pada refleksi filosofis serta landasan normatif al-Qur’an dan Hadis, buku ini merumuskan paradigma ekoteologi domestik beserta prinsip-prinsipnya, kemudian menerjemahkannya ke dalam pembentukan habitus ekologis keluarga. Pemberdayaan pekarangan, pengomposan, daur ulang, pemanfaatan barang bekas, dan program Botol Tanam Mandiri (BOTANI) sebagai manifestasi urban farming menjadi beberapa bentuk praktik konkretnya. Melalui berbagai praktik tersebut, rumah tangga dapat menjadi basis pembentukan budaya ekologis yang secara bertahap turut membangun peradaban ekologis.
Arsip Kategori: Buku Aksara
Desain Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence: Strategi, Model, dan Praktik Implementatif

Buku Desain Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence: Strategi, Model, dan Praktik Implementatif disusun sebagai referensi komprehensif bagi pengembangan desain pembelajaran di tengah pesatnya integrasi kecerdasan buatan dalam pendidikan. Buku ini memposisikan AI sebagai instrumen pedagogis yang harus dipahami secara konseptual, etis, dan kontekstual, dengan menjadikan tujuan pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan utama. Pembahasan diarahkan untuk memperkuat pemahaman bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari paradigma pedagogi, tanggung jawab pendidik, dan orientasi pembentukan subjek belajar yang reflektif dan otonom.
Struktur buku ini disusun secara sistematis dan progresif, mencakup landasan konseptual dan filosofis pembelajaran berbasis AI, strategi pedagogis yang berpusat pada peserta didik, serta model desain pembelajaran yang adaptif, generatif, dan reflektif. Berbagai pendekatan dan model dijelaskan dengan penekanan pada koherensi desain, rasionalitas pedagogis, dan relevansi implementasi dalam beragam konteks pendidikan. Buku ini juga memberikan perhatian khusus pada desain asesmen, peran guru sebagai perancang pembelajaran, serta tantangan etika, kebijakan, dan sosial budaya yang menyertai penggunaan AI dalam pendidikan.
Keunikan buku ini terletak pada integrasi yang konsisten antara kecanggihan teknologi kecerdasan buatan dan pedagogi humanistik sebagai kerangka utama desain pembelajaran. Buku ini tidak menawarkan panduan teknis yang bersifat mekanistik, melainkan membangun kerangka berpikir kritis mengenai relasi antara AI, pengetahuan, dan kemanusiaan dalam praktik pendidikan. Dengan karakter tersebut, buku ini relevan sebagai referensi akademik dan praktis bagi pendidik, peneliti, dan pengambil kebijakan yang ingin merancang pembelajaran berbasis AI secara bermakna, bertanggung jawab, dan berorientasi nilai.
Metode Penelitian Kontemporer: Konsep, Desain, dan Aplikasi
Buku Metode Penelitian Kontemporer: Konsep, Desain, dan Aplikasi dirancang sebagai karya akademik yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai metodologi penelitian dalam perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir. Buku ini menempatkan metode penelitian sebagai fondasi epistemik bagi aktivitas ilmiah, dengan membahas secara mendalam konsep dasar penelitian, tujuan ilmiah, serta posisi penelitian dalam disiplin ilmu sosial, pendidikan, dan humaniora. Melalui pendekatan sistematis dan konseptual, pembaca diajak memahami penelitian sebagai proses intelektual yang berlandaskan rasionalitas ilmiah, etika akademik, dan tanggung jawab keilmuan.
Pembahasan dalam buku ini disusun secara bertahap dan terstruktur, mencakup landasan filsafat ilmu, paradigma penelitian, perumusan masalah, pengembangan kerangka teoretis, hingga pemilihan pendekatan dan desain penelitian. Berbagai pendekatan penelitian kontemporer, baik kuantitatif, kualitatif, campuran, kepustakaan, maupun terapan, dijelaskan secara proporsional dengan penekanan pada logika metodologis, konsistensi desain, serta relevansi konteks keilmuan. Selain itu, buku ini juga mengulas teknik pengumpulan dan analisis data, instrumen penelitian, serta prinsip validitas dan keabsahan sebagai elemen penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas penelitian ilmiah.
Keunikan buku ini terletak pada kemampuannya memadukan dimensi filosofis, konseptual, dan praktis metode penelitian dalam satu bangunan metodologis yang utuh dan koheren. Buku ini tidak sekadar menjelaskan ragam metode dan teknik, tetapi menuntun pembaca untuk memahami keterkaitan antara paradigma, desain, dan aplikasi penelitian secara reflektif dan kritis. Dengan cakupan materi yang luas, bahasa akademik yang jernih, serta orientasi pada penguatan nalar metodologis, buku ini relevan digunakan sebagai buku ajar, referensi metodologi, dan panduan konseptual bagi siapa pun yang terlibat dalam pengembangan dan praktik penelitian ilmiah kontemporer.
Tafsir Ekologi: Wahyu, Alam, Kesadaran Kosmik
Buku Tafsir Ekologi: Wahyu, Alam, Kesadaran Kosmik menyajikan sebuah perspektif interdisipliner yang menghubungkan teks wahyu, praktik keagamaan, dan kesadaran ekologis dalam bingkai etika kosmik. Menyadari bahwa krisis lingkungan dewasa ini tidak sekadar masalah teknis atau kebijakan publik, penulis menekankan pentingnya pemaknaan ulang relasi manusia dengan alam dan Tuhan sebagai fondasi etis keberlanjutan. Dengan mengintegrasikan konsep-konsep seperti wahyu teles dan owah gingsir, buku ini menelusuri bagaimana wahyu dan kearifan lokal dapat berfungsi sebagai epistemologi ekologis yang membimbing tindakan manusia dalam menjaga keseimbangan kosmik. Pendekatan yang diambil tidak berhenti pada analisis normatif, tetapi menekankan relevansi praktik sosial, tradisi komunitas, dan pengalaman moral sehari-hari, sehingga tafsir tidak hanya menjadi teks akademik, tetapi juga kesadaran kolektif yang membentuk pilihan dan tanggung jawab ekologis.
Melalui kerangka konseptual yang sistematis, buku ini mengeksplorasi dinamika krisis ekologi sebagai krisis tafsir dan moralitas, menelusuri warisan tafsir klasik, ekoteologi kontemporer, serta kosmologi Qur’ani yang hidup dalam praktik sosial masyarakat. Setiap bab dirancang untuk membangun pemahaman yang utuh, dari refleksi teologis hingga implementasi etika ekologis yang kontekstual, termasuk konsep surga dan neraka sebagai peringatan moral terhadap kerusakan lingkungan serta adaptasi etis melalui owah gingsir. Dengan demikian, buku ini tidak sekadar menawarkan wacana teoritis, tetapi juga membuka dialog lintas disiplin, mempersatukan pembaca akademik, praktisi lingkungan, dan pemikir keagamaan. Pembaca diajak untuk menata ulang kesadaran ekologis yang berpijak pada tanggung jawab moral dan spiritual, sehingga relasi manusia dengan alam dan Tuhan kembali menjadi landasan etika yang transformatif dan berkelanjutan bagi kehidupan kolektif.
.
Integrating Islamic Values into English Language Teaching
Integrating Islamic Values into English Language Teaching: Ethical and Contextual Perspectives examines English language education in Muslim educational settings, positioning language not merely as a communicative tool but as a medium for meaning-making, character formation, and ethical responsibility. The book challenges the assumption that language teaching is value-neutral and argues that educational practices are inherently intertwined with cultural, moral, and social dimensions.
Through an ethical and contextual pedagogical approach, the book explains how core principles of Islamic education, such as tarbiyah, ta‘līm, and ta’dīb, can provide orientation for curriculum design, classroom interaction, and the selection of English language learning materials. Islamic values are not presented as imposed doctrines but rather as ethical lenses that support learners in developing moral awareness, critical reasoning, and cultural sensitivity within the language-learning process. The book is thematically structured and engages with issues closely connected to the lived experiences of Muslim communities, including halal ethics, family and parenting, religious rituals, digital culture, and narratives and storytelling.
These themes are employed as meaningful and relevant contexts for English language learning that align with character education goals while maintaining a strong focus on linguistic competence. Intended for educators, students, and scholars concerned with the English language and Islamic education, the book serves as a reference for developing language-teaching practices that balance linguistic proficiency, cultural awareness, and ethical responsibility. Overall, it offers a contextual and humanistic pedagogical perspective for advancing English language education in Muslim educational environments and within a plural global society.
Transformative ESP Syllabus Design
Transformative ESP Syllabus Design: Integrating Informal Learning, Contextual Needs, and Ethical Practice presents a comprehensive and forward-looking framework for designing English for Specific Purposes syllabi that respond to the complexities of contemporary professional, academic, and intercultural contexts.
Moving beyond conventional approaches that separate language skills from their real-world application, the book highlights the importance of integrating informal and non-formal learning environments, including digital platforms, online communities, project-based simulations, and workplace-oriented tasks, into structured ESP programs. By situating language learning in authentic contexts, educators are encouraged to foster learner autonomy, critical thinking, collaborative problem-solving, and intercultural competence that are relevant to current professional demands.
The distinct contribution of this book lies in its balanced integration of theory, practice, and ethical considerations in ESP curriculum development. Rather than focusing solely on linguistic proficiency, it demonstrates how language learning can be enriched through authentic contexts, informal and non-formal learning processes, and the responsible use of technology. Emphasizing teacher reflection, educator collaboration, and sensitivity to learners’ professional needs, the book offers a holistic and transformative approach to ESP pedagogy. Furthermore, the strategies and examples presented are carefully aligned with the evolving realities of academic and professional environments, thereby strengthening the connection between language education and the practical competencies learners require. In this sense, the book functions not only as an academic reference but also as a practical source of inspiration for educators, curriculum designers, and ESP practitioners seeking to create inclusive, ethical, and contextually grounded learning experiences.
Reconstructing Junior High School English Curriculum
Buku Reconstructing Junior High School English Curriculum: Experiential and Contextual Perspectives mengajukan pembacaan kritis terhadap kurikulum Bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama yang selama ini diperlakukan sebagai konstruksi teknokratis dan administratif. Buku ini berangkat dari kesenjangan yang berulang antara tujuan kurikulum formal dan realitas pembelajaran di kelas, khususnya dalam pengembangan kompetensi komunikatif. Alih-alih memahami problem tersebut sebagai persoalan implementasi semata, buku ini memosisikan kurikulum sebagai pengalaman pedagogis yang hidup, dinegosiasikan, dan senantiasa tidak final.
Dengan demikian, rekonstruksi kurikulum dipahami bukan sebagai upaya penyempurnaan desain, melainkan sebagai proses reflektif yang menyoroti ketidakpastian, negosiasi, dan penilaian pedagogis sebagai bagian inheren dari praktik pendidikan Bahasa Inggris.
Secara konseptual, buku ini mengembangkan kerangka curriculum reconstruction yang berpijak pada perspektif pengalaman (experiential learning) dan konteks sosial-budaya pembelajar. Bahasa Inggris dipahami bukan sekadar sebagai sistem linguistik, melainkan sebagai praktik sosial yang membentuk identitas, relasi, dan agensi peserta didik. Melalui kritik terhadap dominasi kurikulum berorientasi ujian, buku ini menelaah bagaimana marginalisasi keterampilan berbicara dan tingginya kecemasan berbahasa merupakan konsekuensi struktural dari kurikulum yang menekankan akurasi formal dibandingkan makna dan interaksi. Pembelajaran berbasis pengalaman, refleksi, dan tugas komunikatif diposisikan sebagai fondasi epistemologis untuk membangun kompetensi komunikatif yang berkelanjutan dan bermakna.
Keunikan buku ini terletak pada integrasi dimensi etis, kontekstual, dan berbasis nilai dalam rekonstruksi kurikulum. Dengan mengaitkan kebutuhan dan suara peserta didik, agensi guru, serta nilai keindonesiaan dan keislaman, buku ini menegaskan bahwa kurikulum Bahasa Inggris tidak pernah netral secara nilai. Guru diposisikan sebagai curriculum maker yang secara reflektif menegosiasikan tuntutan sistem dengan realitas kelas dan konteks lokal. Alih-alih menawarkan model baku atau rekomendasi teknis, buku ini mengakhiri pembahasannya dengan refleksi lintas-bab yang menegaskan rekonstruksi kurikulum sebagai proses pedagogis yang terbuka, etis, dan terus-menerus, serta mengundang pembaca untuk memaknai ulang kurikulum sebagai praktik pendidikan yang hidup dan bermartabat.
.
Lokalitas dan Epistemologi Tafsir di Kediri
Makna al-Qur’an tidak pernah hadir di ruang hampa, melainkan hidup dan memperoleh daya pengaruh melalui bahasa, tradisi, serta otoritas keagamaan yang menjaganya. Buku Lokalitas dan Epistemologi Tafsir di Kediri menguraikan bagaimana pengetahuan tafsir bekerja dalam kehidupan keagamaan masyarakat, berakar pada tradisi pesantren, pengajaran lisan, karya keilmuan lokal, serta pemanfaatan media digital yang terus berkembang. Kediri diposisikan bukan sekadar sebagai tempat, tetapi sebagai horizon pemaknaan yang membentuk cara al-Qur’an dipahami, diwariskan, dan dijalankan. Tafsir dipahami sebagai tradisi intelektual yang berkelanjutan, dijaga melalui kesinambungan otoritas keilmuan dan penerimaan umat, sehingga makna al-Qur’an tetap relevan dalam dinamika kehidupan sosial.
Keistimewaan buku ini terletak pada cara pembahasannya yang menempatkan tafsir sebagai praktik pengetahuan yang hadir dalam keseharian, bukan sebagai wacana yang terpisah dari pengalaman umat. Pembaca diajak menelusuri peredaran makna melalui suara pengajian, bahasa lokal, sanad keilmuan pesantren, hingga ruang digital, sekaligus melihat bagaimana makna dijaga, dinegosiasikan, dan diterima dalam komunitas keagamaan. Dengan narasi reflektif dan argumentatif, buku ini menawarkan pemahaman yang jernih tentang relasi antara teks suci, tradisi keilmuan, dan kehidupan sosial, serta membuka ruang perenungan tentang bagaimana makna al-Qur’an terus dirawat secara etis dan berkelanjutan.
Rasulullah Sang Pendidik Autentik
Buku “Rasulullah Sang Pendidik Autentik: Refleksi Pendidikan Islam di Indonesia” menawarkan perspektif baru dalam memahami pendidikan Islam dengan merujuk pada keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pendidik sejati. Di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan krisis moral, buku ini mengajak pembaca untuk kembali pada nilai-nilai kenabian dan mengintegrasikannya dengan kebutuhan pendidikan modern.
Penulis menyajikan analisis tentang jejak historis pendidikan Rasulullah, perkembangan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia, strategi pembelajaran profetik, serta rekonstruksi kurikulum berbasis nilai kenabian. Ditulis dengan pendekatan ilmiah dan aplikatif, buku ini bermanfaat bagi guru, dosen, mahasiswa, peneliti, serta pengambil kebijakan pendidikan yang ingin membangun sistem pendidikan Islam berkarakter, berdaya saing global, dan berkeadaban. Buku ini adalah undangan untuk melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman.