
Ekoteologi Domestik merupakan gagasan yang menawarkan transformasi ekologis dimulai dari ruang paling dekat dengan kehidupan manusia, yaitu rumah. Buku ini menyajikan kritik terhadap menguatnya orientasi konsumtif dalam kehidupan domestik dan menawarkan reposisi rumah sebagai ruang produktif-ekologis yang mempertautkan manusia, alam, dan Tuhan. Berpijak pada refleksi filosofis serta landasan normatif al-Qur’an dan Hadis, buku ini merumuskan paradigma ekoteologi domestik beserta prinsip-prinsipnya, kemudian menerjemahkannya ke dalam pembentukan habitus ekologis keluarga. Pemberdayaan pekarangan, pengomposan, daur ulang, pemanfaatan barang bekas, dan program Botol Tanam Mandiri (BOTANI) sebagai manifestasi urban farming menjadi beberapa bentuk praktik konkretnya. Melalui berbagai praktik tersebut, rumah tangga dapat menjadi basis pembentukan budaya ekologis yang secara bertahap turut membangun peradaban ekologis.